Kemendikbud Gelar Pameran dan Seminar Hadapi Revolusi Industri 4.0

Oleh: Apriliyadi · Rabu, 4 Desember 2019 11.51 · 3.373

Bagikan

Berbicara revolusi industri, keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak boleh dilupakan. SMK merupakan garda terdepan dalam menyongsong era revolusi industri 4.0 yang tengah dihadapi. Sejumlah langkah dilakukan untuk meningkatkan mutu SMK saat ini.

Salah satunya adalah Pameran dan Seminar Teaching Factory untuk Penguatan Karakter Kerja dan Kewirausahaan Siswa SMK di Era Revolusi Industri 4.0 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 


 

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung A, Kemdikbud, Jakarta (4/12) empat pengembangan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2019. Pertama adalah pengembangan Kamp Kreatif SMK Indonesia (KKSI). KKSI mengambil 23 topik pembelajaran yang menghasilkan para juara dan ide terbaik serta kategori karya excellent. Namun, hanya juara 1 yang diundang untuk menampilkan karya mereka dalam kegiatan ini. Sebagai bentuk apresiasi beasiswa diberikan kepada para siswa yang terlibat dalam penyusunan tugas akhir.

 


 


Kedua adalah SMK yang menjalankan pembelajaran Teaching Factory pada tahun 2019. Tujuan pelaksanaan pembelajaran Teaching Factory tidak hanya membawa suasana iklim industri ke SMK, tetapi juga menjadikan siswa kompeten yang mampu memproduksi barang/jasa yang sesuai standar DUDI dan dilaksanakan dalam kondisi seperti di lingkungan DUDI.
 


 

Ketiga adalah SMK penyelenggara program kewirausahaan untuk peserta didik. Berbagai bentuk kewirausahaan telah diselenggarakan dan menghasilkan omset jutaan rupiah untuk siswa setiap bulannya. Salah satunya adalah angkringan milenial dari SMK Muhammadiyah Dua Muntilan dengan omset 214 juta per tiga bulan.

Keempat adalah program pembelajaran berbasis industri 4.0. Tujuannya adalah memperkenalkan muatan industri 4.0 kepada siswa yang terkait dengan kompetensi. Terdapat 9 tema yang salah satunya dapat dipilih untuk diimplementasikan di sekolah, di antaranya: Game Development, Internet Of Things (IoT), E-Commerce, 3D Printing, AR/VR, Smart School, Artificial Intelligence, Tourism Promotion, dan Robotic

 

Belajar Di Mana Saja dan Kapan Saja
 


 

Revolusi Industri 4.0 merupakan sebuah kejadi yang mau tidak mau dihadapi oleh semua orang, tidak terkecuali SMK. Oleh sebab itu, semua harus mampu untuk menghadapi perubahan. Segala sesuatu sudah dimudahkan pada era ini yang disertai perubahan luar biasa. Dari yang mulanya tidak ada menjadi ada dan dari pekerjaan yang ada menjadi tidak ada.

Seseorang tidak bisa memaksakan keadaan menjadi seperti yang dulu. Keadaan yang dulu hanya menjadi referensi untuk kehidupan saat ini. Perubahan-perubahan yang ada akan berhimbas pada kehidupan masa depan.

"Dari penyelenggaraan kegiatan ini, peserta mendapatkan best practice dari SMK yang menghadirkan karyanya. Aktivitas ini sangat positif, mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi para peserta," jelas Bakrun, Direktur Pembinaan SMK, Kemdikbud.

"Pameran tidak sekadar menjadi pameran. Sebanyak 43 sekolah bisa saling belajar dengan cara melihat dan yang terjadi di sekolah lain. Belajar tidak harus kelas dan pelatihan, di sini kita juga belajar untuk menumbuhkan ide-ide baru. Hal ini lebih cepat dibandingkan pelatihan dan pembelajaran formal," tambah Bakrun



 

Bagikan

#PetuahPetuah

Kamu harus rajin belajar dan membaca, jangan ditelan sendiri. Berbagilah dengan teman-teman yang tak mendapat pendidikan.

Wiji Thukul